Tak jarang dari masyarakat Indonesia yang ingin tahu tentang bagaimana cara investasi properti yang dapat memberikan keuntungan lebih besar dibanding harapan dan rencananya. Pada dasarnya, investasi properti itu sendiri adalah salah satu jenis investasi di dalam dunia finansial, yang memiliki nilai stabil dan terus meningkat di setiap tahunnya.

Sebagian besar orang beranggapan bahwa jenis investasi ini memiliki risiko yang cukup kecil, sehingga tidak ada salahnya untuk menjadikan instrumen investasi ini sebagai bentuk simpanan jangka panjang. Kendati demikian, untuk bisa meraih keuntungan yang lebih besar dalam hal ini, Anda perlu mengetahui cara investasi properti yang tepat.

Sebab, masih ada beberapa orang yang tidak terlalu mengenal cara investasi properti yang baik dan benar, sehingga mereka merasa keuntungan yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapannya. Untuk mengatasi permasalahan seperti itu, Anda bisa menyimak penjelasan yang ada di bawah ini!

Cara investasi properti secara baik dan benar

Penting untuk Anda ketahui bahwa sebenarnya investasi properti adalah bentuk permodalan yang melibatkan transaksi pembelian serta penjualan aset, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan atau keuntungan di dalamnya. Dalam hal ini, aset investasi yang akan digunakan bisa berupa obligasi perumahan.

Jadi, yang termasuk dalam aset properti di sini adalah sebidang tanah dan segala jenis keperluan lainnya di atas tanah, mulai dari bangunan, rumah, pohon, jalanan, dan beberapa sumber daya jenis lainnya. Sama halnya seperti jenis investasi lainnya, investasi properti juga memiliki cara tersendiri yang bisa dilakukan oleh para investornya untuk meraih untung yang lebih besar. Lalu, apa sajakah cara yang dimaksud tersebut?

  1. Pilih lokasi yang tepat dan berpotensi besar

Cara investasi properti pertama yang harus Anda lakukan dalam hal ini adalah memilih lokasi aset yang tepat dan memiliki potensi yang besar untuk bisa untung banyak di masa mendatang. Pada dasarnya, lokasi adalah salah satu poin terpenting yang harus diperhatikan dengan baik. Dalam hal ini, lokasi harus ditentukan terlebih dahulu sejak sebelum Anda membeli rumah maupun memulai jenis investasi ini.

Umumnya, para investor properti yang sudah berpengalaman akan lebih memilih rumah yang berada di lokasi strategis. Sebab, rumah yang berada di lokasi strategis seperti ini akan memiliki nilai yang lebih stabil atau bahkan meningkat di setiap tahunnya. Dengan melihat fakta tersebut, bisa dipastikan bahwa rumah yang berada di lokasi strategis akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

  1. Persiapkan dana semaksimal mungkin

Untuk memulai jenis investasi yang satu ini, tentu Anda harus mempersiapkan dananya terlebih dahulu. Dalam hal ini, Anda perlu menyiapkan dana yang sesuai dengan biaya pokok dan biaya administrasi lainnya yang terkait dengan aktivitas investasi ini. Untuk membantu Anda dalam mengetahui apa saja jenis biaya yang harus dipersiapkan untuk memulai investasi ini, berikut kami sampaikan informasi lengkapnya:

  • Biaya tanda jadi. Dalam hal ini, jenis biaya administrasi properti yang satu ini akan ditentukan oleh pihak pengembangnya. Nantinya, biaya tanda jadi akan menjadi bentuk kejelasan investor dalam aktivitas pembelian rumah tersebut.
  • Uang muka. Setelah mengeluarkan biaya tanda jadi, investor juga perlu menyiapkan dana untuk membayar uang muka rumah tersebut. Untuk kebijakan pembayaran biaya ini sendiri akan disesuaikan dengan ketentuan dari pihak pengembang.
  • Umumnya, besaran angsuran dari setiap rumah akan ditentukan atas kesepakatan pihak pembeli dengan pihak bank. Kendati demikian, perlu Anda ketahui bahwa umumnya jumlah angsuran tersebut tidak akan melebihi jumlah penghasilan Anda.
  1. Pastikan untuk memilih pihak pengembang yang terpercaya

Untuk menghindari terjadinya peristiwa yang merugikan aktivitas investasi yang Anda lakukan tersebut, Anda harus memilih pihak pengembang yang terpercaya dan terbaik. Lakukan riset secara mendalam terlebih dahulu, sebelum memilih salah satu pihak pengembang di Indonesia. Anda perlu mengetahui latar belakang dari perusahaan pengembang dari properti yang hendak Anda beli.

Pastikan performa dari perusahaan tersebut terbukti baik dan dapat dipercaya. Sebagai saran tambahan, pilih pihak pengembang yang memiliki minimal 5 tahun pengalaman di bidang properti ini. Umumnya, seluruh informasi terkait perusahaan pengembang properti seperti ini bisa dilihat dari website resminya.

  1. Cek harga pasar secara berkala

Cara investasi properti agar untung banyak yang selanjutnya adalah dengan mengecek harga pasar secara berkala. Dalam hal ini, Anda tidak boleh terburu-buru ketika hendak membeli suatu properti tertentu. Sebab, akan ada banyak hal yang perlu ditinjau ulang sebelum akhirnya seorang investor membeli sebuah properti tertentu.

Dari sekian banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang investor properti, harga pasar adalah salah satu di antaranya. Sebagai seorang investor dalam bidang properti seperti ini, Anda wajib mengetahui berapa harga pasaran dari rumah yang hendak dibeli tersebut. Dalam hal ini, Anda bisa melakukan riset secara online maupun menanyakannya secara langsung ke pihak pengembang.

  1. Pilih tenor yang sesuai dengan kemampuan

Cara investasi properti selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk meraih keuntungan lebih besar dalam hal ini adalah dengan memilih tenor yang sesuai kemampuan. Cara ini bisa Anda lakukan ketika sedang mengajukan KPR ke pihak bank. Umumnya, tenor yang akan ditawarkan pihak bank adalah berkisar antara 5-10 tahun.

Melihat dari pengalaman yang sudah ada, umumnya ketersediaan tenor ini akan dihitung berdasarkan kemampuan Anda oleh pihak bank yang bersangkutan itu sendiri. Sangat disarankan kepada Anda untuk tidak memaksakan diri dalam memilih tenor paling pendek. Sebab, investasi jenis ini sendiri termasuk salah satu jenis investasi jangka panjang yang menguntungkan, jika Anda melakukan cara investasi properti yang baik dan benar.

  1. Persiapkan dana tambahan dengan baik

Dana tambahan ini juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam aktivitas investasi properti. Pada saat melakukan transaksi perdagangan properti seperti ini, pada dasarnya Anda juga harus menyiapkan beberapa dana tambahan seperti:

  • Biaya bank. Jenis biaya yang harus dibayarkan setiap pembeli properti ketika melakukan transaksi pembelian rumah dengan menggunakan KPR.
  • Biaya asuransi. Umumnya, biaya asuransi akan meliputi asuransi jiwa yang sebesar 1-2% dari total pinjaman yang ada.
  • Biaya notaris. Pada dasarnya, untuk notaris itu sendiri adalah pihak yang akan banyak membantu para investor dalam mengurus akta dan sertifikat pembelian serta penjualan rumah, sehingga sudah menjadi kewajiban investor untuk menyediakan dana tambahan ini.
  • Umumnya, biaya pajak akan muncul dengan KPR atau pembayaran tunai. Dalam hal ini, pajak yang meliputi di dalamnya adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kesimpulan

Pada dasarnya, cara investasi properti bisa dilakukan dengan sangat mudah. Yang terpenting untuk mendapat keuntungan yang lebih sesuai harapan dalam hal ini, Anda wajib memilih pihak pengembang yang paling terbaik di bidangnya. Pastikan pihak pengembang tersebut sudah memiliki prospek dan pengalaman yang menjanjikan.